Top Picks
Aksi Berutal Pria di Nunukan, Lukai 8 Orang Warga dan Bakar 64 Rumah Pilih Siswa SD Terbaik, Kutim Gelar Kompetisi Sains Nasional Tingkat Kabupaten Dewan Apresiasi Progres 3 Progam Unggulan di Bengalon, Termasuk TPA yang Sudah 60% Jimmy: Tantangan Bagaimana Meningkatkan Kesejahteraan Ditengah Pandemi Joni Himbau Pancasila Masuk Dalam Tema Pembelajaran Sekolah Dukung Kolaborasi APBD-CSR, Agusriansyah: Perusahaan Tak Sunguh-Sunguh Dievaluasi

Baznaz Kutim Gelar Sunatan Massal

Fokuskaltim.co - Badan Amil Zakat Nasional Baznas  Kutai Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menggelar program khitanan atau sunatan massal yang dipusatkan di area Gedung BPU Sangatta Utara, Selasa (24/12/2019).

Tercatat 105 anak dari Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan menjadi peserta pada kegiatan sosial ini.

Bupati Kutim Ismunandar didampingi Kepala Dinkes Kutim dr. Bahrani dan Ketua Baznas Kutim Harun Rosyid tampak memantau pelaksanaan khitanan massal tersebut. Ismunandar menilai, agenda ini patut diapresiasi kendati memprioritaskan anak dari keluarga dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah.

"Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan, karena ini sangat membantu masyarakat. Selain itu untuk memberikan kesejahteraaan yang lebih baik kepada anak agar tumbuh sehat dan sholeh, sesuai dengan syariat Islam yang mewajibkan khitan bagi setiap muslim dan menyehatkan,” jelasnya.

Sementara Ketua Baznas Kutim Harun Rosyid mengatakan pelaksanaan khitanan Massal yang sedang berlangsung berjalan normal tanpa ada kendala. Hal itu lantaran persiapan yang dilakukan para panitia dan tenaga medis sudah dimatangkan sejak awal.

Termasuk peserta harus membawa foto kopi KTP, kartu keluarga (KK) dan surat keterangan tidak mampu dari desa dan kelurahan.

"Hal ini dilakukan karena dana yang dipakai dalam program bersumber dari zakat warga Kabupaten Kutim," ujarnya.

Harun menambahkan kegiatan ini dilakukan memanfaatkan waktu liburan sekolah anak.

“Harusnya targetnya ada 150 anak yang mendaftar tetapi yang mendaftar hanya 105 anak. Tetapi ini tidak menjadi masalah. Target tahun depan kegiatan ini rencananya akan digelar setahun dua kali yaitu di pertengahan dan akhir tahun,” tutupnya. (hms13)

Baca Juga