Top Picks
Jembatan Menuju Rantau Pulung yang Rusak Sudah Diperbaiki, Respon Cepat Bupati Kutim Pemkab Kutim Usulkan Penyertaan Modal PDAM Tahun 2020 Capai Rp 19,5 M Disdik Kutim Jelaskan Titik Koordinat Sebagai Penentu PPDB Zonasi 2020 Bakesbangpol Kutim Ikuti Deseminasi Perundang-undangan Penanganan Konflik se-Kaltim Jelang May Day, Wakil Ketua II DPRD Kutim Ajak Kaum Buruh Buka Ruang Diskusi Golkar Kaltim Target 60 Persen Kemenangan Pada Pilkada Serentak

Musiman dan Curah Hujan Yang Tinggi, Joni: Butuh Gerak Cepat Hadapi Musibah Banjir

fokuskaltim.co - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Joni, S.Sos menganggap musibah banjir yang terjadi di daerah itu adalah bencana musiman yang terjadi setiap tahun. Karena itu, dia berharap semua pihak sigap dan bergerak cepat menghadapi musibah tersebut.

“Sebenarnya banjir itu ada setiap tahun sekali terjadi bencana banjir yang sebesar ini kan memang apa yang disampaikan berupa terakhir muncul 10 tahun sekali. Nah ini mungkin dari biasa-biasanya ini paling besar. Saya sebagai pimpinan dewan juga sudah menyampaikan kepada anggota DPRD yang mempunyai wilayah di sana, untuk berkoordinasi dengan desa dan camat setempat untuk menyampaikan ke pemerintah, serta berkontribusi membantu masyarakat di sana,” ujar Joni.

Politisi PPP ini menyebutkan, sejumlah anggota dewan juga sudah berada di lokasi kejadian terkait bencana di wilayah dapil Kutim III itu. Bekerjasama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya yang berada pada lokasi terdampak musibah bencana alam tersebut.

“Untuk di TKP seperti Muara Ancalong dan sekitarnya, sudah ada dewan yang stand by disana, seperti Pak Hason dari Demokrat dan Pak Imam PPP, Arang Jau Golkar itu sudah di sana. Yang jelas kita akan bekerjasama lah dengan pemerintah dan unsur-unsur terkait yang berada di sana,” pungkasnya.

Dalam beberapa hari ini, banjir merendam sedikitnya delapan kecamatan di Kutim yakni Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar, Wahau, Kongbeng,Telen dan Busang. Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sungai yang ada di daerah tersebut meluap, terlebih dikabarkan ada tanggul yang jebol karena tak kuat menahan derasnya arus sungai. Akibatnya sejumlah pemukiman warga dan jalan utama terendam banjir.

Masih tingginya curah hujan dikhawatirkan banjir semakin meluas, terutama mengancam pemukiman di daerah aliran sungai yang ada di berbagai kecamatan. (Adv).

 

Baca Juga