Top Picks
Pansus DPRD Kutim Minta BPKH Turut Mediasi Sengketa Lahan Warga-PT MKC DPRD Kutim Apresiasi Peluncuran Kampung Bebas Narkoba di Miau Baru Pembangunan Lamin Adat Kutai Didukung Bupati Kutim, LKT Ucap Syukur Daging Kurban Dibagi Berjadwal dan Tanpa Kresek Ini Pesan Khusus Bupati Kutim untuk 4 Kepala OPD Baru Dilantik Besok, Bupati Kutim Akan Terjun ke Kecamatan Tinjau Banjir

Terbesar di Kaltim, Industri Hilir Kelapa Sawit Akan di Canangkan

fokuskaltim.co - Lanjutan Musrenbang, Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M. Si dan Wakil Bupati Kutai Timur Dr. H. Kasmidi Bulang, ST., MM yang turut di hadiri Ketua dan Anggota DPRD Kutim, Forkompimda, Asisten I, II, III, Camat Muara Wahau, Kepala OPD serta Stakeholder melangsungkan acara di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Muara Wahau. Rabu (17/03/2021)

Bupati Kutai Timur memaparkan bahwa periode pemerintah saat ini merupakan periode 5 tahun terakhir dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 25 tahun pertama Kabupaten Kutai Timur. Grand Design dari RPJP mengamanatkan bahwa Kabupaten Kutai Timur harus menjadi daerah Agribisnis dan Agro Industri.

"Dalam rangka menuju Agrobisnis dan Agro Industri maka sejak awal berdirinya Kabupaten Kutai Timur, mempersiapkan diri pembangunan perekonomiannya diletakkan pada pembangunan dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa diperbaharui yaitu perkebunan kelapa sawit." jelas Bupati.

Kabupaten Kutai Timur merupakan daerah perkebunan kelapa sawit terbesar di Provinsi Kalimantan Timur dengan luas sekitar 450.000 Ha. Bupati menambahkan, "Ironisnya sampai saat ini kita belum punya pabrik industri hilir dari kelapa sawit yang dibangun di Kutai Timur. Pada periode ini kita akan membuat regulasi agar ada industri hilir kelapa sawit," tambah Bupati.

Musrenbang Kecamatan dinilai sangat penting dalam rangka mencari masukan guna penyusunan perencanaan pembangunan tahun anggaran 2022 untuk mencapai visi, misi serta tujuan dan sasaran program dalam membangun kabupaten.
Musrenbang kecamatan melibatkan aspirasi masyarakat, dan usulan program prioritas agar bermanfaat untuk menuntaskan permasalahan ditiap desa ataupun kelurahan yang di sinkronisasikan dengan program Pemerintah Daerah.

Usulan infrastruktur masih menjadi perioritas dari Kecamatan Muara Wahau sebanyak 49 usulan. Musrenbang bertemakan Peningkatan Infrastruktur Dasar untuk Mendukung Daya Saing Ekonomi Daerah ini seperti disampaikan Bupati Kutai Timur bahwa kepemimpinan periode 2021 sampai 2024 sebanyak 50 % anggaran APBD difokuskan pada bidang infrastruktur dasar.

Wakil Bupati Dr. H. Kasmidi Bulang mengatakan, "Untuk para hadirin khususnya Kepala Desa jangan ada kata pesimis, karena kita ketahui bersama kemampuan keuangan daerah kita yang terbatas, tapi insya Allah selama ada usaha pasti ada solusi untuk menjadi semangat kita bersama." tutup Wabup.

Baca Juga